Kota Bima, SUMBAWA POST -
Nenek Sovia warga Kelurahan Waki, Kota Bima yang berumur sekitar 68 tahun, Senin (1/5) malam, terpaksa diamankan dan diinapkan aparat Kepolisian di Mapolres Bima Kota. Wanita berkulit putih dan bertubuh tinggi ini diamankan lantaran nyaris dihakimi massa yang menuduhnya sebagai dukun santet. Namun keesokan harinya, nenek Sovia dikembalikan ke keluarganya karena situasi dinilai sudah kondusif.
Berdasarkan informasi yang didapat, dugaan tersebut bermula dari beredarnya video pengobatan seorang anggota TNI Arif tengah diobati di rumah ‘orang pintar’ di Kelurahan Lampe. Dalam video tersebut, Arif yang dalam masa cuti dari kesatuannya di Kupang, NTT tampak mengerang kesakitan. Dalam percakapan dengan dunia lain tersebut, Arif, mengeluarkan suara kesakitan seperti suara seorang nenek dan menyebutkan nama Sovia. Sontak saja, kecurigaan pihak keluarga pun tertuju pada Nenek Sovia.
Keesokan harinya, video yang diambil oleh Dahlia, kakak kandung dari Arif tersebut beredar di kalangan warga sekitar tempat tinggal. Tak ayal, nama Nenek Sovia pun menjadi gunjingan dan dituduh sebagai dukun santet. Sementara gunjingan dan dituduhan sebagai dukun santet lantaran beredarnya video tersebut akhirnya sampai juga ke telinga Nenek berkerudung dimaksud.
Hingga akhirnya, pada Senin, Nenek Sovia mendatangi Ketua RT 5 RW 2 Hikmah H Abdul Karim untuk melaporkan tudingan warga serta keluarga Arif terhadap dirinya. Selanjutnya, malam harinya Nenek Sovia ingin membuktikan jika dirinya bukan sebagai pelaku santet. “Tadi malam, Ibu ini ingin musyawarah terkait video tersebut,” terang Hikham saat ditemui di Sat Reskrim, Selasa (2/5) siang.
Hingga akhirnya, dirinya selaku Ketua RT pun memenuhi keinginan tersebut. Agar lebih netral, pihaknya juga mengundang sejumlah pihak termasuk, Dahlia, sumber video dimaksud. Malam itu, sebenarnya, pihaknya sudah menyiapkan segala sesuatu termasuk komputer yang akan digunakan untuk memutar video dimaksud. Namun, belum juga pemutaran dilaksanakan, warga yang sudah terlanjur emosi lantas berkerumun di depan rumah Hikmah. Saat itu warga hendak menghakimi Nenek Sovia. “Tapi tindakan main hakim sendiri tersebut, tak sampai terjadi setelah Ibu Sovia diamankan ke Mapolres Bima Kota,” terangnya.
Di Mapolres, Nenek Sovia sempat diamankan selama satu malam. Baru pada keesokan siang, Kepolisian kembali menyerahkan Nenek Sovia ke keluarga lantaran menganggap situasi sudah kondusif. Penyerahan tersebut dilakukan secara resmi dengan penandatanganan surat penyerahan oleh pihak Kepolisian, Lurah, RT dan Keluarga.
Sementara itu, Amrin, salah seorang anak dari tertuduh yang ditemui saat serah terima ibunya ke pihak keluarga mengakui jika malam itu memang terjadi kepanikan lantaran beredarnya video tersebut. Selanjutnya, pada malam kejadian pihaknya sebenarnya mencoba mencari kepastian dengan meminta klarifikasi dari ‘orang pintar’ yang mengobati Arif. “Tapi orang pintar tersebut mengatakan jika dirinya hanya mendoakan dan meminta kepada Allah SWT,” ujarnya.
Namun, orang pintar tersebut mengaku jika ia telah menyarankan untuk kembali ke pengobatan medis. Masih menurut Amrin, pihaknya ragu Arif sakit karena disantet. Sebab setelah dilakukan penelusuran, rupanya berdasarkan hasil visum Arif mengalami sakit ginjal. Oleh karenannya, pihaknya akan melaporkan pihak yang menyebarkan video tersebut. Sebab tuduhan dukun santet terhadap orang tuanya tidak berdasar. “Harapan saya bisa segera diproses dan kedua supaya yang mengedarkan video tersebut juga ikut diproses,” tuturnya. ( SUMBAWA POST ).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar