Mataram, SUMBAWA POST, -
Sebanyak 75 grup musik mengikuti festival Kompak (Kompetisi Musik Paling Aksi dan Kreatif) bertema Akustik Kreatif (non-electric) di Taman Budaya dari Jum’at (4/5) sampai dengan Minggu (6/5) 2012. Ke-75 grup musik ini memperebutkan 3 tiket sebagai semi finalis yang akan dikirim ke Bali pada Juli mendatang untuk bersaing dengan grup musik lainnya yang telah dipilih di 5 wilayah di Bali yaitu Negara, Denpasar, Gianyar, Tabanan, dan Singaraja.
Sebanyak 75 grup musik mengikuti festival Kompak (Kompetisi Musik Paling Aksi dan Kreatif) bertema Akustik Kreatif (non-electric) di Taman Budaya dari Jum’at (4/5) sampai dengan Minggu (6/5) 2012. Ke-75 grup musik ini memperebutkan 3 tiket sebagai semi finalis yang akan dikirim ke Bali pada Juli mendatang untuk bersaing dengan grup musik lainnya yang telah dipilih di 5 wilayah di Bali yaitu Negara, Denpasar, Gianyar, Tabanan, dan Singaraja.
“Dan juara 1, 2, dan 3 di wilayah Bali akan mengikuti grand final di Jakarta dan dipertemukan dengan peserta dari wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” terang General Affairs Pilar Communication Cahyo yang bertindak sebagai penyelenggara kepada Suara NTB, Jum’at (4/5).
Festival Kompak ini baru pertama kali menggelar audisi di Lombok. Dipilihnya Lombok karena melihat potensi generasi mudanya dan banyaknya grup musik potensial di daerah ini. “Disamping itu letaknya juga yang berdekatan dengan Bali,” ujarnya.
Cahyo menuturkan ini adalah kali kelima Kompak diselenggarakan. Tetapi selama 4 tahun penyelenggaraan baru di 4 wilayah saja. “Bali dan NTB adalah wilayah kelima,” ujarnya. Salah satu alumni Kompak yang telah sukses adalah Klanthing yang juga mulai terkenal setelah mengikuti ajang Indonesia Mencari Bakat.
Festival Kompak ini merupakan event yang diadakan setiap tahun oleh perusahaan semen ternama Gresik. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang didanai oleh dana CSR perusahaan tersebut. Festival ini lanjut Cahyo tidak dikenakan biaya apapun bagi para peserta. Bahkan peserta yang akan dikirim ke Bali nantinya seluruh biayanya akan ditanggung oleh perusahaan semen tersebut.
“Disana nantinya mereka akan dipertemukan dengan artis-artis ternama dan juga akan ada workshop musik dari para musisi,” ujarnya.
Dipilihnya tema akustik salah satunya untuk menilai kreatifitas peserta dimana mereka dituntut untuk membawakan musik yang asyik dengan alat-alat yang mereka bawa. “Penilaian tertinggi dari festival ini adalah kreatifitas,” cetusnya. Terlihat juga para peserta membawa berbagai jenis alat musik baik itu tradisional maupun alat-alat yang bisa menghasilkan bunyi-bunyian unik seperti galon air mineral. “Peserta bisa membawa alat dari jenis apa saja asalkan mereka bisa menyelaraskan nada,” ujarnya. Juri dalam festival ini pun berasal dari Institut Seni Indonesia Solo dan Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Selain itu tujuan diselenggarakannya festival ini saban tahun untuk mengarahkan generasi muda ke hal-hal positif dan menghindarakan mereka dari hal-hal negatif. Disamping itu untuk mencari bakat-bakat kreatif.
Sebanyak 75 peserta akan diaudisi selama 2 hari yaitu Jum’at dan Sabtu. Dan setiap hari tersebut dipilih 10 peserta terbaik yang akan maju ke babak final pada Minggu (6/5). Dalam babak final akan dipilih 3 grup terbaik. Juara I akan mendapatkan hadiah sebesar Rp 6,5 juta, Juara II Rp 5 juta, Juara III Rp 4 juta, dan Juara Favorit Rp 3 juta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar