Flash

Rabu, 02 Mei 2012

Demo HMI di Sumbawa Berakhir Ricuh

Sumbawa Besar, SUMBAWA POST -
Demo HMI Cabang Sumbawa memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di kantor Bupati Sumbawa, Rabu (2/5) kemarin, berakhir ricuh.  Massa yang lama tertahan di luar pagar halaman dan berusaha masuk, tetap dihadang oleh personel Pol PP. Namun saat mereka berhasil menerobos masuk, aksi saling dorong tidak dapat dihindarkan. Kejar-kejaran bahkan diduga terjadi aksi saling pukul yang menyebabkan korlap aksi melaporkan kejadian dugaan pemukulan ini ke Polres Sumbawa.
 
Kejadiannya berawal ketika HMI menggelar aksi di kantor Bupati Sumbawa. sambil terus berorasi menyampaikan tuntutan, mereka ingin bertemu Bupati atau pejabat yang mewakili. Satpol PP meminta pendemo menunggu, sebab bupati sedang ada acara pelantikan pejabat structural.  Massa pun melanjutkan aksi dengan menggelar teatrikal. Namun, Bupati tidak kunjung tiba. Hingga mereka memaksa masuk ke dalam gedung, yang telah dipagari aparat Satpol PP. Aksi saling dorong pun tak terhindarkan. Karena gagal, massa aksi kemudian mengambil jalur samping untuk menemui Bupati. Lagi-lagi upaya mereka digagalkan aparat. Aksi saling dorong kembali terjadi di tangga gedung setempat.
 
Kericuhan berlanjut setelah salah seorang demonstran berteriak, Kalau ada yang kena pukul Pol PP, harus segera pergi melapor ke polisi. Salah seorang oknum Pol PP merasa tidak terima. Walaupun sudah ditahan rekannya, namun tetap lolos, dan berjalan cepat menuju mahasiswa dimaksud. Aksi saling pukul pun tidak terhindarkan antar massa aksi dengan Satpol PP. Untungnya, aparat Kepolisian dapat melerainya. Bersamaan dengan aksi itu, salah seorang mahasiswa diduga sengaja merusak fasilitas gedung. Dimana, balon lampu yang ada ditaman pecah. Kondisi kembali gaduh.
 
Pengejaran terhadap mahasiswa oleh aparat pun kembali terjadi. Disaat itulah diduga korlap aksi, Abdul Hattab, dipukuli oknum Satpol PP. Terlihat ada luka pada bagian hidung yang mengeluarkan darah. “Kita datang baik-baik. Namun, perwakilan dari Bupati tidak ada sama sekali yang datang menemui kita. Suruh kita orasi terus, tapi tidak ada jawaban juga. Ternyata yang kita hadapi adalah Pol PP. Saya dipukul sampai berdarah. Apakah pengamanan mereka seperi itu?’’ ujar kesal Abdul Hattab.
 
Pengurus HMI Cabang Sumbawa yang juga Ketua BEM UNSA, Yahandra Muslimin, menyesalkan kejadian pemukulan oleh oknum Pol PP. yang bersangkutan telah divisum dan kasus ini telah dilaporkan ke Polres Sumbawa untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.
 
Hingga akhirnya massa aksi membubarkan diri. Serta melanjutkan aksinya ke kantor DPRD Sumbawa yang kemudian diterima Pimpinan DPRD, H. Mustami H. Hamzah, dan Komisi IV.Mereka menyampaikan tuntutan soal penolakn RUU PT, prioritas penuntasan buta aksara, atasi kurangnya sarana dan prasarana belajar, serta tuntutan lainnya.     
 
Terkait tuduhan pemukulan, Kasi Kesamaptaan Satpol PP Sumbawa, Desire Jadi, S.Sos, akan menyerahkan persoalan ini ke pimpinannya Kasat Pol PP. Jika oknum anggota tersebut terbukti melakukan pemukulan, akan ada sanksi tersendiri dari kesatuannya. Sebab anggota sudah diperintahkan untuk tidak memukul. Namun, ditegaskannya, pengejaran di lapangan itu bukan aksi pemukulan, tetap  ingin mengamankan pelaku pemecahan lampu yang menjadi aset pemerintah.
 
Kasat Pol PP, Made Patria, yang dimintai komentarnya di kantor DPRD Sumbawa, juga menyatakan, pengamanan yang dilakukan anggotanya terkait aksi pengerusakan lampu yang dilakukan pendemo. “Kita sudah minta mereka menunggu dulu, sebab masih ada acara pelantikan pejabat yang dimutasi. Namun, mereka tidak mau menunggu dan mendorong. Mereka akhirnya pecahkan lampu. Tidak benar itu,” tandasnya. ( SUMBAWA POST ).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar